It's all about the light

PreWedd Mepet

Untuk saya pribadi, memotret PreWedd Deeta-Hafid merupakan sebuah “keberhasilan” .

Awalnya, sempat ragu memenuhi permintaan mereka berdua untuk di foto Prewedd. Pasalnya, mereka baru meminta secara resmi dipotret Prewedd pada H-4 hari resepsi mereka (Sabtu, 02.10.10)

Praktis waktu yang saya punya sangat sempit. Konsep, lokasi, pemotretan, sampe proses cetak harus berlangsung cepat.

Mereka melaksanakan akad pada hari Jum’at (01.10.10) dan resepsi pada esok harinya–sabtu siang (02.10.10). Mau tau kapan saya melakukan pemotretan untuk prewedd? Saya lakukan pemotretan pada H-3 resepsi–hari Kamis :P

Pada H-4, otak saya berfikir keras ttg konsep dan lokasi. Batasan saya adalah waktu yang sempit. Saya ingin pemotretan ini konsepnya sederhana–jauh dari glamour, apa adanya, representasi keseharian kedua pasangan. Dan yang pasti, pemotretan harus selesai dalam 1 hari dan harus menghasilkan “gambar jadi”–gambar yang ga perlu lagi di edit digital macem-macem. Saya sudah tidak punya waktu untuk edit gambar.

Akhirnya, pada Kamis pagi pemotretran di mulai. Molor 2,5 jam dari waktu yang dijanjikan. Masalahnya, si Goped belum mengajukan cuti dari pekerjaan pada hari itu :(

Sesi pertama pagi hari, lokasi saya ambil di Mushola keluarga–lokasi yang paling dekat. Jaraknya hanya 3 meter dari pintu belakang rumahnya Goped.

Konsepnya…”setelah sholat dhuha”.
Saya gunakan kamera entry level, Nikon D40. Lensa Fix 35mm. Lensa fix digunakan dengan alasan ketajaman gambar lebih baik ketimbang menggunakan lensa zoom.
Foto saya ambil di ISO 200, di F 5,6 dan shutter 1/400.

Saya menggunakan teknik strobo (penggunaan flash off camera). 2 lampu blitz: 1 di sebelah kiri depan kamera, 1 lagi di kanan kamera.

Hasil yang saya dapatkan seperti ini:

Untuk sesi sore, saya pake konsep “bersepeda bersama”. Idenya berangkat dari hobby mereka berdua–bersepeda. Pada sesi sore ini, waktu pelaksanaan kembali molor. Sesi sore kita jadwalkan pada jam 15.30–setelah sholat Ashar. Namun, lagi-lagi, karena kesibukan mereka mengurus keperluan ini-itu untuk akad dan resepsi, akhirnya sesi sore baru berlangsung jam 17.40. Molor 2 jam lebih :P

Foto bersepeda bersama ini saya nggunakan ISO 400. Alasanya, agar saya dapat menggunakan power flash–recycle lebih cepat. Serta di ISO 400 saya masih dapat gambar yang relatife bebas noise.

Ini dia setting behind the scene-nya:

Dan hasil yang di dapat dari konsep sepeda, sepert ini:

Melihat hasil yang kami (Saya-Deeta-Goped) dapat dari sesi foto prewedd yang sangat mepet waktunya ini, kami bersyukur–masih dapat gambar yang lumayan enak dilihat :)
Bisa jadi, ini salah satu foto prewedd yang paling sempit waktunya :P

Salam,

PUH photography

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.